Penjualan Telor gulung saat ramadhan

 


Rungkut, Surabaya – Selama Ramadan 1446 H, penjualan telur gulung di kawasan Rungkut, Surabaya, mengalami lonjakan permintaan yang cukup signifikan. Makanan ringan berbahan dasar telur ini menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat sebagai takjil untuk berbuka puasa. Meski harga telur ayam di Surabaya mengalami kenaikan menjelang Ramadan, para pedagang tetap berupaya menjaga harga jual agar tetap terjangkau bagi konsumen. Kondisi ini mencerminkan semangat pelaku usaha kecil dalam melayani kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang ada

 Bulan Ramadan menjadi momen penuh berkah bagi para pedagang makanan kaki lima di Surabaya, termasuk penjual telur gulung. Pada hari senin (7/4/2025) Dalam wawancara yang di lakukan , Seorang pedagang telor gulung. “Untuk penjualan waktu Ramadan kemarin, alhamdulillah rame sih, Mas”. Ungkap pak antok seorang pedagang telor gulungTelur gulung, yang dikenal sebagai jajanan nostalgia anak 90-an, kini kembali digemari dan menjadi pilihan utama masyarakat sebagai takjil berbuka puasa. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang gurih, jajanan ini berhasil menarik perhatian anak-anak maupun orang dewasa.Meski penjualannya meningkat, Pak Antok mengungkapkan bahwa ia tidak menambahkan varian rasa baru selama Ramadan. “Kalau varian rasa, enggak ada penambahan sih Mas, masih sama saja,”

Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp3.000 per tusuk, telur gulung menjadi alternatif takjil yang murah meriah namun tetap mengenyangkan. Biasanya disajikan dengan tambahan saus pedas-manis, sambal kacang, atau mayones, jajanan ini menawarkan cita rasa gurih yang cocok untuk mengganjal perut setelah seharian berpuasa.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cafe Arek Lokal, Tempat Nongkrong di Tropodo Sidoarjo yang Usung Nuansa Kekinian

Orang Tua Jadi Garda Terdepan Cegah Bullying: Bangun Kepercayaan, Bukan Ketakutan

Food Junction Grand Pakuwon, Destinasi Kuliner dan Hiburan Favorit Warga Surabaya Barat